rumusan masalah + tentang eceng gondok




BAB
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Eceng Gondok Tumbuhan yang mengambang di permukaan air, memilikidaun yang
tebaldan “gelembung”yang membuatnya mengapung. Tahukah bahwa tumbuhan ini
bukan tumbuhan asliIndonesia Indonesia? Mengapa?Bagaima bias ada di Indonesia?
Dan bagaimana tanaman ini bisa di manfaatkan? Namun merupakan bencana bagi
Tumbuhan ini berasal dari sungai Amazone Brazil yang ditemukan oleh ahli botani
Jerman pada tahun 1824.
Ternyata Eceng gondok cepat sekali menyebar di perairan di seluruh dunia termasuk
Indonesia.  Eceng gondok termasuk kelasmonocotyl, orde Eichhornia.Merupakan
tumbuhan yang cepat  sekali berkembangbiaknya.
Gangguan yang diakibatkan oleh Eceng gondok ini antara lain :
 Karena eceng gondok dapat menyebar di area yang luas dan menutupi
permukaan air, dapat mengurangi cahaya yang masuk kedalam badan air.
 yang mengakibatkan berkuarangnya kandungan Oksigen tarlarut di dalam air.
 Gangguan lainnya berupa pendangkalan akibat ecengg ondok yang mati dan
mengendap di dasar badan air.
 Meningkatkan persaingan dengan tumbuhan lain.Selain itu juga mengurangi
keindahan.
Kini banyak yang  bias dimanfaatkan dari tumbuhan ini, diantaranya sebagai bahan
campuranpakan ternak, pengolah limbah industri (terutama logam berat), bahan
pembuat kerajinan tangan Eceng gondok atau enceng gondok (Latin:
Eichhorniacrassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung.

Selain dikenal dengan nama eceng gondok,  di beberapa daerah di Indonesia, eceng
gondok mempunyai nama lain seperti di daerah Palembang dikenal dengan nama
Kelipuk, di Lampung dikenal dengan nama Ringgak, di Dayak dikenal dengan nama
Ilung-ilung, di Manado dikenal dengan nama Tumpe.
Eceng gondok pertama kali di temukan secara tidak sengaja olehseorang ilmuwan
bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan
Jerman pada tahun  1824 ketika sedang melakukan ekspedisi  di  Sungai Amazon
Brasil. Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh  yang tinggi sehingga tumbuhan
ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok
dengan mudah menyeba rmelalui saluran  air ke badan air lainnya.
 Deskripsi
Eceng gondokhidup mengapung  di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah.
Tingginya sekitar 0,4 - 0,8 meter.  Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan
berbentuk  oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun
menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk
bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk
bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya
merupakan akar serabut




Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air
yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai.Tumbuhan ini dapat
mentolerir perubahan  yang ektrim dari ketinggian air, laju air, dan perubahan
ketersediaann utrien, pH, temperature dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng
gondok  yang cepat terutama disebabkan oleh  air  yang mengandung nutrien  yang
tinggi,  terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO).
Kandungan    garam dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok seperti  yang
terjadi pada danau-danau di daerah pantai Afrika  Barat, di mana eceng gondok akan
bertambah sepanjang musim hujan dan berkurang saat kandungan garam naik pada
musim kemarau.
 DampakNegatif
Akibat-akibat negatif yang ditimbulkan eceng  gondokantara lain:
 Meningkatnya evapo transpirasi (penguapan dan hilangnya air melalui daundaun tanaman), karena daun-daun nya yang lebar dan serta pertumbuhannya
yang cepat.
 Menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga
menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air (DO:
Dissolved Oxygens).
 Tumbuhan eceng gondok yang sudah mati akan turun kedasar perairan
sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan.
 Mengganggu lalu lintas (transportasi) air, khususnya bagi masyarakat yang
kehidupannya masih tergantung dari sungai seperti di pedalaman Kalimantan
dan beberapa daerah lainnya.
 Meningkatnya habitat bag ivektor penyakit pada manusia.
 Menurunkan nilai estetika lingkungan perairan.


 Penanggulangan
Karena eceng gondok dianggap sebagai gulma yang mengganggu maka berbagai
cara dilakukan  untuk menanggulanginya. Tindakan - tindakan yang dilakukan untuk
mengatasinya antara lain:
 Menggunakan herbisida
 Mengangkat eceng gondok tersebut secara langsung dari lingkungan perairan
 Menggunakan predator ( hewan sebagai pemakan eceng gondok ), salah
satunya adalah dengan menggunakan ikan grass carp ( Ctenop
haryngodonidella) atau ikan koan. Ikan grass carp memakan akar eceng
gondok,
 sehingga keseimbangan gulma di permukaan air hilang, daunnya menyentuh
permukaan air sehingga terjadi dekomposisi dan kemudian dimakanikan.
Cara ini pernah dilakukan di  danau Kerinci dan berhasil mengatasi eceng
gondok di danau tersebut.
 Memanfaatkan eceng gondok tersebut, misalnya sebagai bahan pembuatan
kertas, kompos, biogama, perabota, kerajinan tangan, sebagai media
pertumbuhan bagi jamur merang, dsb.
Guna mendorong pelaku bisnis menerapkan konsep ekonomi hijau dalam
operasional bisnisnya, pemerintah perlu memberikan insentif kepada pelaku bisnis
yang ramah lingkungan dan disinsentif bagi bisnis yang merusak lingkungan.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), misalnya, telah memberikan
rekomendasi program pembebasan atau pengurangan biaya masuk alat-alat
instalasi ramah lingkungan kepada produsen pengimpor, seperti instalasi
pengolahan air limbah dan penerapan energi terbarukan.
Bagi perusahaan yang tidak atau masih kurang peduli lingkungan, disinsentif
tidak hanya berupa kesulitan dalam mendapatkan kredit bank, tapi produknya juga
akan kurang diminati konsumen yang semakin sadar lingkungan.


BAB II
TELAAH PUSTAKA
Ketika diperdengarkan sebuah kata, yakni Green Industry atau Industri Hijau,
langsung terbesit pikiran bahwa nanti industri atau kasarnya kita sebut dengan
pabrik-pabrik akan berada di tengah hutan dalam produksinya. sebuah pemikiran
seperti itu tidaklah salah, karena memang persepsi orang-orang berbeda. tetapi
sebenarnya, industry hijau itu  adalah industri yang tidak terlepas dari uasha
menciptakan Revolusi Hijau bagi bumi dan Ekonomi Hijau yang sangat di
idamkan bumi saat ini untuk melawan kerusakan selanjutnya. Bumi yang sehat
tergantung pada keberhasilan Industri Hijau yang di ciptakan manusia.
Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air
yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai.Tumbuhan ini dapat
mentolerir  perubahan  yang ektrim dari ketinggian  air, laju air, dan perubahan
ketersediaann utrien, pH, temperature dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng
gondok  yang  cepat terutama disebabkan oleh  air  yang mengandung nutrien  yang
tinggi,  terutama  yang  kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO).
Kandungan  garam dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok seperti  yang
terjadi pada danau-danau di daerah pantai Afrika  Barat, di mana eceng gondok akan
bertambah sepanjang musim hujan dan berkurang saat kandungan garam naik pada
musim kemarau.
 Konsep Industry Hijau
Konsep Industri Hijau menekankan kepada efisiensi serta efektifitas penggunaan
bahan baku, jangan sampai terlalu banyak bahan baku yag terbuang percuma.
efisien dan efektifitas merupakan salah satu kunci utama di konsep hijau.
bayangkan betapa banyaknya bahan yang bisa digunakan kalau ternyata bahan
tersebut tidak terpakai karena penggunaan bahan baku yang tidak efisien.

Input masuk sama dengan output adalah hal  minimal yang harus dicapai oleh
setiap perusahaan bayangkan betapa sayangnya bahan terbuang, dan dampaknya
sangat terasa bagi alam. bahan mentah diproduksi dengan energi yang berasal dari
minyak bumi atau fosil, karena di Indonesia masih didominasi energi fosil sebesar
37% berdasarkan data dari WWF. berapa banyak karbon yang keluar dan terbuang
sia-sia jika kita membuang bahan baku.
Pengembangan industri hijau di antaranya dengan menggunakan bahan baku dari
material yang ramah lingkungan, desain barang yang ramah lingkungan,
menerapkan teknologi proses dengan sumber daya yang efisien, pengurangan
emisi rumah kaca, dan transportasi yang ramah lingkungan. Untuk mewujudkan
pengembangan industri hijau agar efektif, pemerintah mengeluarkan UUPPLH
yang mengatur 16 (enam belas) tindak pidana lingkungan hidup. Keluarnya
UUPPLH ini adalah sebagai ancaman untuk menjaga lingkungan.
Guna mendorong pelaku bisnis menerapkan konsep ekonomi hijau dalam
operasional bisnisnya, pemerintah perlu memberikan insentif kepada pelaku bisnis
yang ramah lingkungan dan disinsentif bagi bisnis yang merusak lingkungan.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), misalnya, telah memberikan
rekomendasi program pembebasan atau pengurangan biaya masuk alat-alat
instalasi ramah lingkungan kepada produsen pengimpor, seperti instalasi
pengolahan air limbah dan penerapan energi terbarukan.
Bagi perusahaan yang tidak atau masih kurang peduli lingkungan, disinsentif
tidak hanya berupa kesulitan dalam mendapatkan kredit bank, tapi produknya juga
akan kurang  diminati konsumen yang semakin sadar lingkungan. Perusahaan
nakal yang cenderung mengeksploitasi lingkungan secara tidak bertanggung
jawab harus diberi sanksi tegas dari pemerintah Saat ini kota mengonsumsi energi
terbesar dari sektor industri, perumahan, gedung komersial, dan transportasi, serta
menjadikannya kontributor terbesar emisi karbon dioksida (75%). Dengan konsep
pertumbuhan hijau.

BAB III
METODE PENULISAN
Penulisan karya tulis ini dimulai dengan pencarian data-data dan informasi
berupa pengamatan  secara langsung serta data sekunder yang berasal dari surat
kabar, buku-buku teks, jurnal-jurnal, laporan hasil penelitian, dan artikel-artikel dari
internet. Dalam menyelesaikan masalah, karya tulis ini didekati dengan studi literatur
dan komunikasi personal agar didapatkan gambaran yang nyata tentang
permasalahan.
Proses selanjutnya adalah pembuatan outline, yang berisi ide-ide umum yang
akan dimuat dalam tulisan ini. Hal ini berguna untuk membatasi karya tulis agar
sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Outline juga mempermudah proses data
collecting (pengumpulan data).
Data-data dan informasi yang diperoleh dikumpulkan dan diolah sesuai
dengan outline, tema,  dan tujuan penulisan. Hasil pengolahan ditulis berdasarkan
Pedoman Umum Penyelenggaraan Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Tingkat
Perguruan Tinggi/Wilayah/Nasional.
Pembahasan tulisan ini dilakukan berdasarkan literatur dan fakta yang ada di
lapangan, untuk diarahkan pada tujuan penulisan. Pengambilan kesimpulan
menggunakan metode induksi dan deduksi. Saran dirumuskan berdasarkan fakta
yang ada dengan kesimpulan  yang diperoleh untuk menciptakan kondisi yang lebih
baik.


BAB IV
PEMBAHASAN
 Pemanfaatan eceng gondok Pada industri
Pada zaman modern ini apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata “Eceng
gondok”.  Pasti yang ada di benak anda adalah sebuah tumbuhan gulma pengganggu,
atau tumbuhan yang mengambang di permukaan air, memiliki daun yang tebaldan
“gelembung” yang membuatnya mengapung. Namun selain itu semua eceng  gondok
juga memiliki keuntungan bagi industry  baru yang dapat menghasilkan keuntungan.
Sebelum mengetahui keuntungannya mari kita perhatikan apa itu Eceng gondok.
Eceng gondok atau encengg ondok ( Latin: Eichhornia crassipes ) adalah salah satu
jenis tumbuhan air mengapung. Selain dikenal dengan nama ecenggondok,  Kini
banyak yang bias dimanfaatkan dari tumbuhan ini, diantaranya sebagai bahan
campuranpakan ternak, pengolah limbah industri (terutama logam berat), bahan
pembuat kerajinan tangan  Eceng gondok atau  enceng gondok (Latin:
Eichhorniacrassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan  air mengapung.


Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air
yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai.Tumbuhan ini dapat
mentolerir perubahan  yang ektrim dari ketinggian  air, laju air, dan perubahan
ketersediaann utrien, pH, temperature dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng
gondok  yang  cepat terutama disebabkan oleh  air  yang mengandung nutrien  yang
tinggi,  terutama  yang  kaya akan  nitrogen,  fosfat dan  potasium (Laporan  FAO).
Kandungan  garam dapat menghambat  pertumbuhan eceng gondok seperti  yang
terjadi pada danau-danau di daerah pantai Afrika  Barat, di mana eceng gondok akan
bertambah sepanjang musim hujan dan berkurang saat kandungan garam naik pada
musim kemarau.
       Akibat-akibat negatif yang ditimbulkan antaralain; Tumbuhan Eceng Gondok
yang sudah mati akan turun kedasar perairan sehingga mempercepat terjadinya
proses pendangkalan, Menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan
sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air. Setelah kita
mengetahui kerugian eceng gondok, mari kitalihat dan baca keuntungan eceng
gondok tersebut.
       Kenyataan ini yang  bias  menjadikan eceng gondok dianggap sebagai tanaman
penggangu, tetapi bila kita jeli mencari peluang, maka tanaman eceng gondok sangat
bermanfaat untuk memberikan peluang usaha sebagai bahan dasar kerajinan ( handy
craft ). Seiring dengan perkembangan iptek, bagian tumbuhan eceng gondok setelah
dikeringkan ternyata bias  dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tas wanita
yang cantik, kopor, sendal, keranjang ( tempat pakaianbekas ), tata kangelas, tikar,
nampan dan sebagainya. Malah belakangan ini banyak dimanfaatkan untuk
mendukung industry  mebel den furniture, sebagai pengganti rotan yang harganya
semakin melangit.


Hingga saat ini sudah banyak daerah yang mampu mengembangkan kerajinan eceng
gondok yang mempesona untuk pembuatan barang - barang kerajinan, mebel den
furniture. Antara lain di Purbalingga, Dl Yogyakarta, sekitar Kota Solo, Cirebon,
Lampung, Surabaya dan Bali. Bahkan sebagian barang-barang kerajinan eceng
gondok dengan model dan kualitas tertentu, banyak diekspor keEropa dan Amerika
Serikat yang semakin gandrung dengan barang-barang produksi dari bahan-bahan
alami (back to nature).
    Pembuatan handy craft dari bahan eceng gondok ini dibutuhkan proses yang cukup
lama. Eceng gondok terlebih dahulu harus dikeringkan sekitar dua minggu. Setelah
eceng gondok mongering lalu dibentuk kepangan panjang yang dilakukan warga dan
kelompok perajin. Setelah berbentuk kepangan panjang, eceng-eceng tersebut
dianyam menjadi barang yang diinginkan. Mulai dari pot bunga, tempat sampah, box
tissue, tas, topi, perlengakapan dapur hingga furniture.
Untuk lebih meningkatkan daya tarik pembeli, hasil anyaman tersebut ditambahakan
cat pernis. Sehingga, tampilannya lebih mengkilap dan menarik. Rata - rata kerajinan
ini dijual di pasaran dengan harga mulaidari Rp 15 ribuhingga 5 juta. Tergantung
dari ukuran barang dan tingkat kesulitan anyaman.


BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1    Simpulan
1. Sintesis membran silika nanopori dengan bahan dasar Eceng Gondok merupakan solusi
alternatif untuk mengatasi pencemaran lingkungan kawasan industri dari logam berat.
2. Pemanfaatan Eceng Gondok  ini juga dapat meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomis
dari limbah pabrik gula (tebu).
3. Penggunaan membran silika dengan ukuran pori yang sangat kecil (nanometer) ini
mampu menjerap logam berat dalam bentuk koloid sehingga hasil buangan cair industri
tidak mencemari lingkungan.
4.   Proses pembuatan  dari rumput laut dibuat dengan tiga tahapan, yaitu :
(1)  Pengeringan Eceng Gondok ;
(2)  Pengarangan Eceng Gondok menjadi abu silika ;
(3)  Pemurnian abu silika dengan teknik pengasaman menjadi    
      endapan membran silika nanopori.
(4)  pencetakan  endapan  komposisi membran silika nanopori yang
       digunakan  untuk menyaring limbah cair industri logam berat.
5.  membran silika nanopori dari ampas tebu memiliki segi positif dalam beberapa
     aspek, yaitu :
(1) Aspek Ekonomi
(2) Aspek Ekologis
(3) Aspek Biologis
(4) Aspek Dampak Lingkungan.



5.2    Saran
1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kandungan  membran silika
nanopori berbagai  jenis Eceng Gondok  yang ada diIndonesia.
2. Perlu diadakan percobaan untuk mengetahui berapa bahan membran silika Nanopori
Yang dihasilkan dari setiap kilogram Eceng Gondok kering.
3. Perlu pengenalan kepada masyarakat tentang manfaat  Eceng Gondok sebagai
penyaring limbah industri logam berat sehingga mendorong minat masyarakat  untuk
membudidayakan fungsi ampas tebu.
4. Perlu dicari suatu peralatan yang kompak, sederhana dan murah
yang dapat membuat  Eceng Gondok menjadi membran silika nanopori untuk
menyaring limbah industry logam berat  dalam skala kecil, sehingga membuka
lapangan pekerjaan bagi masyarakat.



Sumber :
http://b0cah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=328&Itemid=40
http://id.wikipedia.org/wiki/Eceng_gondok
http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-course-
2001-r-631-sme
http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1263451235/28223/Asmindo-AkanMembangun-Sentra-Industri-Pengolahan-Eceng-Gondok-di-Mesirhttp://www.dephut.go.id/files/Gunawan.pdf
http://bisnisukm.com/kerajinan-eceng-gondok-yang-mempesona.html.
http://yalun.wordpress.com/2008/10/01/biobutanol-sebagai-biofuel-generasi-keduadi-indonesia/html=365.
http://www.pili.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=564&Itemid=
171.
http://www.goblue.or.id/dkp-dan-korsel-jajaki-kembangkan-biodesel-dari-ampastebu/html=257.
http://www.goblue.or.id/dkp-dan-india-jajaki-kembangkan-biodesel-dari-ampas 
tebu/html=457.




No Response to "rumusan masalah + tentang eceng gondok"

Poskan Komentar

ucapan dari putra

Powered by Blogger